Table of contents
Dalam praktik hosting modern, memahami cara setting DNS email di server lain jadi skill penting agar layanan email tetap stabil. Banyak kasus email gagal kirim hanya karena konfigurasi DNS yang kurang tepat. Artikel ini membahas langkah teknis yang bisa langsung kamu praktikkan tanpa ribet.
Kenali Dulu 3 Jenis Record di Email Server
Sebelum masuk ke tahap konfigurasi, penting untuk memahami fondasi utamanya. Ada tiga jenis DNS record yang selalu terlibat dalam sistem email: MX, SPF, dan DKIM. Ketiganya punya peran berbeda, tapi saling melengkapi.
MX Record (Mail Exchange Record)
MX Record berfungsi sebagai penunjuk ke server mana email untuk domain kamu harus dikirim. Bisa dibilang, ini adalah “alamat tujuan” email.
Contohnya, ketika seseorang mengirim email ke info@domain.com, server pengirim tidak langsung tahu ke mana harus mengirim email tersebut. Di sinilah MX record bekerja.
Cara kerja sederhananya:
- Email dikirim ke user@domain.com
- Server pengirim mengecek DNS domain
- DNS memberikan informasi MX Record
- Email dikirim ke mail server yang ditentukan
- Email masuk ke inbox penerima
Contoh MX Record:
domain.com MX 10 mail.domain.com
Angka 10 adalah priority. Semakin kecil angkanya, semakin tinggi prioritasnya.
Kalau ada lebih dari satu MX:
domain.com MX 10 mail1.domain.com
domain.com MX 20 mail2.domain.com
Server akan mencoba mail1 dulu, lalu fallback ke mail2 jika gagal. Ini umum digunakan sebagai backup system.
SPF Record
SPF (Sender Policy Framework) adalah mekanisme validasi pengirim email. Fungsinya untuk memberi tahu server penerima: “server mana saja yang boleh mengirim email atas nama domain ini”.
Tanpa SPF, email kamu berisiko dianggap spoofing atau bahkan langsung masuk spam.
Cara kerjanya:
- Email dikirim dari server tertentu
- Server penerima cek SPF di DNS domain
- Jika server pengirim terdaftar → email valid
- Jika tidak → dianggap mencurigakan
Contoh SPF Record:
v=spf1 a mx ip4:123.123.123.123 include:_spf.google.com ~all
Dari contoh tersebut:
- ip4 menunjukkan IP yang diizinkan
- include berarti menggunakan layanan pihak ketiga
- ~all artinya soft fail (masih ditoleransi)
DKIM Record
DKIM adalah sistem tanda tangan digital pada email. Tujuannya memastikan bahwa email benar-benar dikirim oleh domain kamu dan tidak diubah di tengah jalan.
Kalau SPF fokus pada siapa yang boleh mengirim, DKIM fokus pada keaslian isi email.
Cara kerja:
- Email ditandatangani dengan private key
- Server penerima cek public key di DNS
- Jika cocok → email valid dan terpercaya
Contoh DKIM Record (disederhanakan):
v=DKIM1; k=rsa; p=MIGfMA0GCSq…
Biasanya value DKIM cukup panjang karena berupa enkripsi.
Panduan Setting Record di cPanel
Setelah memahami konsepnya, sekarang masuk ke bagian teknis yang paling sering dipraktikkan di lapangan.
Langkah 1: Setting MX Record
Secara default, MX record di cPanel mengarah ke domain itu sendiri.
Contoh:
domain.com → domain.com (priority 0)
Jika kamu ingin menggunakan email server lain, MX record harus diarahkan ke hostname server tersebut.

Contoh:
mailserv.idweb.host
Priority tetap bisa menggunakan 0.
Jika Tidak Ada Hostname
Kalau server email tidak menyediakan hostname, kamu bisa membuat sendiri, misalnya:
mail.domain.com

Langkahnya:
- Ubah record mail.domain.com dari CNAME menjadi A record
- Masukkan IP server email
- Ganti MX record menjadi mail.domain.com

Ini sering terjadi saat menggunakan mail server custom atau VPS.
Langkah 2: Setting SPF Record
SPF default biasanya hanya berisi IP server hosting.
Contoh:
v=spf1 +a +mx +ip4:202.52.146.231 ~all
Kalau kamu menggunakan server email tambahan, IP-nya harus dimasukkan juga.

Contoh update:
v=spf1 +a +mx +ip4:202.52.146.231 +ip4:202.52.146.166 ~all
Artinya:
- Kedua IP tersebut diizinkan mengirim email
Kalau ingin lebih ketat:
-all
Ini berarti hanya IP yang terdaftar saja yang boleh mengirim email.
Langkah 3: Setting DKIM Record
Berbeda dengan MX dan SPF, DKIM harus dibuat dari server email yang digunakan.
Di cPanel:
- Masuk ke menu Email Deliverability
- Pilih domain
- Klik Manage
- Copy DKIM record di bagian Suggested DKIM
Biasanya tersedia dalam mode:
- Full (disarankan untuk copy)
- Split

Setelah itu:
- Tambahkan sebagai TXT record di DNS
Panduan Setting Email Routing
Setelah semua record selesai, ada satu langkah yang sering dianggap sepele, tapi justru krusial: Email Routing.
Di cPanel, ada 4 opsi:
- Automatically Detect Configuration
Ini opsi default dan paling aman. Jika MX mengarah ke server luar, sistem otomatis akan menggunakan konfigurasi remote. - Local Mail Exchanger
Email akan diproses di server hosting yang sama.
Masalahnya:Kalau email sebenarnya ada di server lain, email tidak akan sampai ke tujuan. - Backup Mail Exchanger
Digunakan jika ada lebih dari satu MX dengan prioritas berbeda. Server akan menerima email sementara lalu meneruskan ke server utama. - Remote Mail Exchanger
Server tidak menyimpan email, hanya meneruskan ke MX tujuan.
Rekomendasi:
Gunakan Automatically Detect Configuration agar sistem menyesuaikan otomatis berdasarkan MX record.

Testing Setelah Setup
Setelah semua selesai, jangan lupa testing.
Beberapa skenario yang perlu dicek:
- Kirim email antar domain yang sama
- Kirim dari Gmail/Yahoo ke domain kamu
- Pastikan email masuk ke server tujuan
Contoh kasus:
- Hosting di IP 202.52.146.231
- Mail server di IP 202.52.146.166
Pastikan semua email masuk ke server kedua.
Kenapa Harus Setting Record DNS Email?
Banyak developer atau pemilik hosting memisahkan email dan website bukan tanpa alasan. Ini beberapa insight dari praktik nyata:
- Reliability Lebih Tinggi
Kalau server website down, email tetap jalan. Ini krusial untuk bisnis. - Deliverability Lebih Baik
Shared hosting sering kena efek “bad neighbor”. Kalau satu user spam, IP bisa kena blacklist. Dengan email server terpisah, reputasi lebih terjaga. - Keamanan Lebih Kuat
Kalau website kena hack, email tidak otomatis ikut terdampak. Ini penting terutama untuk website berbasis CMS seperti WordPress. - Fleksibel Saat Migrasi
Pindah hosting jadi lebih mudah karena email tidak ikut berubah. Cukup update A record tanpa menyentuh MX. - Menghindari Kesalahan Konfigurasi
Sering terjadi saat pindah hosting, MX record tidak ikut dipindahkan. Akibatnya email langsung down. Dengan setup terpisah, risiko ini bisa dihindari.
Kesimpulan
Setting DNS email di server lain bukan sekadar konfigurasi teknis, tapi bagian dari strategi menjaga stabilitas komunikasi bisnis.
Dengan memahami MX, SPF, DKIM, serta email routing, kamu bisa memastikan email tetap terkirim dengan aman dan tidak masuk spam.
Kalau ingin solusi yang lebih praktis tanpa harus repot konfigurasi manual, layanan Email Hosting dari IDwebhost bisa jadi opsi yang layak dipertimbangkan.
Infrastruktur yang sudah dioptimasi membantu menjaga deliverability, keamanan, dan performa email bisnis tetap stabil sejak awal.